Sampai saat ini kelaparan hanya didefinisikan
oleh masyarakat luas sebagai keadaan dimana manusia atau suatu makhluk hidup
gagal memenuhi kebutuhan dasarnya, asumsi ini tidak dapat di salahkan. Namun
hendaknya kita tidak berheti mencari tahu lebih dalam lagi tentang apa
sebenarnya kelaparan dan apa saja yang kelaparan sebabkan.

            Kelaparan diartikan
sebagai rasa tidak nyaman dan rasa lemah yang diakibatkan oleh kekurangan
makanan yang diiringi dengan hasrat untuk makan. Namun, apa itu kelaparan
secara universal?

Berbagai manusia di dunia menyaksikan
orang-orang terdekat mereka yang mereka cintai mati karena kelaparan. Dengan
itu kelaparan dalam kasus ini berarti menyaksikan keluarga-mu mati.

Di Ukraina yang merupakan salah satu negara
termiskin di Eropa bukan hal yang asing lagi saat anak-anak kecil  terlihat menelan barang apapun yang ada di
hadapan mereka demi mendapat sesuatu yang dapat dimakan. Dalam kasus ini
kelaparan berarti mengorbankan dirimu untuk suatu ketidakpastian dalam bertahan
hidup.

Kasus lainnya misalnya seperti apa yang terjadi
saat Perang Dunia I dan II, lahan-lahan yang diperuntukkan untuk pertanian dan
memproduksi bahan makanan ludes akibat dijadikan medan perang. Perang yang
berkepanjangan dengan terbatasnya lahan dan bahan makanan menjadikan
orang-orang kelaparan, di berbagai berlahan dunia terutama di Uni Soviet semasa
perang, orang-orang menggoreng makanan dengan parafin dan memakan sampah yang
dibuang oleh tentara Amerika. Seakan tak cukup disitu, para pelajar rela
mendonorkan berliter-liter darah mereka demi 
sebuah roti. Dengan demikian kelaparan berarti penderitaan, kesedihan,
rasa lelah, dan, ketidakmampuan melakukan sesuatu yang lebih baik. (NewStatesman,
2011)

Maka dari itu, jawaban dari arti untuk
kelaparan tidak terhitung walaupun kita dapat menarik jawaban yang lebih
sederhana. Tapi jawaban yang sederhana tersebut tidak cukup mewakili semua
rasa, emosi, dan penderitaan karena masalah serumit kelaparan.

            FAO menerangkan bahwa kelaparan
adalah kondisi dimana seseorang tidak dapat memenuhi kalori yang diperlukan
tubuh per harinya. Dalam 25 tahun terakhir di Indonesia, orang-orang yang
terjerat dalam kemiskinan sudah menurun setengahnya di tahun 2015. Setiap hari
ada 17.000 anak sekarat, 805 juta orang hidup dengan kelaparan, 1 milyar orang
tidur dalam keadaan lapar (1 dari 7 orang). United Nations of Foods and
Agriculture Organization memperkirakan ada 795 juta dari 7.3 milyar orang di
dunia (1 dari 7 orang) mengalami kelaparan pada tahun 2014-2016. Hampir semua
dari 780 juta orang tersebut hidup di negara berkembang dan berpenduduk padat