Mengikuti tren pengobatan dan perawatan kesehatan
alami, saya mulai melirik produk-produk minyak atsiri atau ‘essential oils’
(EO) untuk keluarga saya. EO pada dasarnya adalah minyak beraroma khas, mudah
menguap, yang berasal dari bagian-bagian tumbuhan. Dengan susunan kimiawi yang
spesial, EO mampu memengaruhi kondisi manusia, terutama melalui indera
penciuman yang menangkap aromanya.

 

Biasanya EO digunakan melalui tiga cara pemakaian,
yaitu :

https://www.mamanatural.com/how-to-use-essential-oils/

 

1 Menghirup aromanya

Cara ini merupakan cara dasar dan paling banyak
digunakan, menjadikan EO sebagai aromaterapi. Jika dahulu, kebanyakan
aromaterapi dilakukan menggunakan sistem pembakaran (misalnya pada lilin
aromaterapi), kini pilihan terbanyak jatuh kepada ‘diffuser’. Alat dengan
berbagai tipe ini memecah EO menjadi molekul-molekul lebih kecil dan
menyebarkannya melalui udara. Biasanya, Anda cukup memasukkan beberapa tetes
(2-8 tetes) EO ke dalam sejumlah air bersih (bisa air keran atau terdistilasi)
dalam perangkat ‘diffuser’.

 

2 Mengoleskannya pada kulit

Satu catatan penting, hindari mengoleskan EO pada
kulit tanpa melarutkan atau mengencerkannya dengan minyak pembawa (carrier
oil). Pengenceran yang umum berlaku adalah :

a) 1 tetes EO per 4 sendok teh (20 ml) carrier oil
untuk anak usia 6 bulan hingga 6 tahun

b) 1 tetes EO per 1 sendok teh (5 ml) carrier oil
untuk anak usia 6 tahun ke atas, ibu hamil, ibu menyusui, dewasa yang sensitif,
dan lansia

c) 2 tetes EO per 1 sendok teh (5 ml) carrier oil
untuk dewasa normal dan sehat

d) 3 tetes EO per 1 sendok teh (5 ml) carrier oil
untuk kondisi tertentu, misalnya meredakan sakit dan nyeri, serta masalah
pernapasan

https://healingsolutions.com/blogs/essential-oils-guide/120900167-an-essential-oil-dilution-guide-for-beginners-and-beyond

Minyak pembawa yang umum digunakan, di antaranya
‘virgin coconut oil’ atau minyak kelapa mirni (VCO), minyak argan, minyak
jojoba, minyak ‘grapeseed’, minyak bunga matahari, minyak ‘rosehip’, bahkan minyak
zaitun (olive oil). Anda dapat mengemasnya pada botol kaca ‘roller’ yang dapat
mudah digunakan sewaktu-waktu.

https://www.up-nature.com/blogs/news/top-20-best-carrier-oils-for-essential-oils-revealed

Jangan lupa melakukan ‘skin patch test’ terlebih
dahulu, terutama pada anak dan pemilik kulit sensitif, untuk memastikan
keamanan pemakaian EO topikal. Caranya, oleskan sedikit EO yang sudah
diencerkan dalam minyak pembawa di bagian kaki atau lengan. Kemudian,
perhatikan adakah reaksi alergi selama 24 jam, yaitu kulit kemerahan, bengkak,
nyeri, atau gatal-gatal.

 

3 Menelannya

Beberapa jenis EO dapat dikonsumsi oral, misalnya
lemon dan peppermint. Namun, Anda cukup menggunakan setetes saja karena
konsentrasinya sangat pekat. Konsumsi EO secara oral ini hanya berlaku untuk
orang dewasa saja, dan dilarang digunakan secara oral untuk bayi serta
anak-anak. Ketahui petunjuknya dari ahli pengobatan alam, bukan asal pakai.

 

EO juga dapat dibuat menjadi bentuk lain, yaitu
hidrosol. Hidrosol mirip seperti air aromatik. Cara membuat hidrosol rumahan
dengan EO pun tak sulit.

How to Make a Hydrosol with Essential Oils | Cheater’s Guide!

Campurkan 25 tetes EO pilihan dengan 2 sendok teh
alkohol atau gel aloe vera. Aduk rata, masukkan ke dalam botol semprot.
Tambahkan 120 ml air terdistilasi, kocok rata.

Produk ini dapat tahan selama kurang lebih 1
minggu, karena tidak mengandung pengawet. Hidrosol dapat disemprotkan pada
tubuh, selimut, sofa, bantal, hingga ruangan.

 

Nah, dari pendahuluan tentang EO ini, saya akan
berbagi kembali aneka ragam EO yang banyak dijual di pasaran. Simak di artikel
part-2 lanjutannya, ya!