Manusia
pada hakikatnya memiliki tujuan untuk berkembang dan bergerak maju, serta berusaha
untuk selalu berinovasi dalam memudahkan berbagai hal dalam kegiatan
sehari-hari. Maka dari itu lahir lah mobil tanpa pengemudi atau mobil tak
berawak dengan sistem autopilot, yang dimana mobil tersebut menggunakan sensor
dan prosesor untuk mendeteksi di sekitaran mobil tersebut, sehingga dapat
berkemudi tanpa adanya pengemudi dan dapat mengambil keputusan layaknya manusia
(Eri, 2013). Teknologi mobil tak berawak ini kerap banyak menuai perdebatan,
khususnya dalam nilai moral dan etika. Tujuan saya membuat artikel tentang
topik ini adalah agar pembaca dapat memahami bagaimana nilai moral dan etika berkontribusi
dalam  perkembangan teknologi mobil tanpa
pengemudi. Bagaimanakah mobil tak berawak ini jika dipandang dalam kacamata
moral dan etika? Apa saja hal yang membuat mobil tak berawak ini menjadi
perdebatan dalam pengembangannya?

Pembahasan

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

            Pengemudi pada mobil tak berawak
adalah sistemnya itu sendiri. Berdasarkan prinsip dan cara kerja dari mobil
canggih ini, maka kita dapat berasumsi bahwa nantinya  akan banyak pengangguran. Orang-orang yang
memiliki pekerjaan di bidang jasa transportasi atau bisa disebut sebagai
pengemudi akan kehilangan pekerjaan mereka karena telah digantikan oleh mobil
tak berawak ini(Goodman, 2015). Banyak perusahaan di bidang jasa transportasi
berencana untuk membeli mobil tanpa awak ini sebagai investasi. Membeli mobil
dengan teknologi secanggih ini sudah pasti tergolong mahal, tetapi perusahaan
transportasi tidak perlu lagi menggaji pengemudi, karena teknologi ini tidak
memerlukan pengemudi. Berdasarkan data, pengangguran khususnya di Indonesia
mencapai angka 7,04 juta orang pada tahun 2017, bertambah 10.000 orang dari tahun
sebelumnya (Kompas, 2017). Kalau sudah seperti ini, dimanakah letak sisi
kemanusiaan dan guna dari manusia itu sendiri? Apakah yang miskin akan tetap
miskin, dan yang kaya akan semakin kaya? Kita harus merasakannya terlebih
dahulu agar kita tau bagaimana hal ini terjadi. Tidak sebatas itu saja, ada hal
lain yang perlu kita perhatikan.

            Hal lain yang perlu di perhatikan
yaitu teknologi sistem software yang sematkan oleh mobil tanpa awak ini
pastinya terhubung dengan GPS dan sistem internet agar mudah untuk
dikenadalikan. Lalu bagaimana jika nantinya program yang dijalankan oleh mobil
tersebut dibajak oleh hacker? Para
pembajak pasti mengetahui pergerakan dan rutinitas korban yang dibajaknya
(Biocca, 2017). Tentu saja hal ini sangat melanggar nilai moral dan etika,
dimana seorang penguntit mengganggu ruang privasi dari si korban tersebut.
Tidak sampai disini saja, teknologi ini pun juga memiliki nilai positif di
masyarakat

            Terlepas dari pelanggaran dan
penuruan nilai moral dan etika di masyarakat, teknologi mobil tak berawak ini
juga mampu meningkatkan usaha untuk maju dan kualitas masyarakat. Hal ini bisa
kita simpulkan dari prinsip kerja dari mobil ini sendiri. Tingkat kecelakaan
akibat dari pengemudi yang ugal-ugalan, mabuk, dan tidak mematuhi aturan-aturan
berlalu lintas jadi berkurang (Ramirez, 2014). Menurut Eno Transportation, pengemudi
yang sangat membahayakan ini digantikan oleh sistem yang tentu saja sudah
diatur untuk mematuhi aturan lalu lintas dan dirancang untuk mengurangi tingkat
kecelakaan yang terjadi akibat kesalahan-kesalahan manusia(cited in “Top 20
Pros,”). Sehingga manusia akan sadar, jika kegiatan manusia ada yang digantikan
oleh robot atau sistem otomatis, itu terjadi karena kelalaian manusia dalam
mengerjakan hal itu, dan secara tidak langsung manusia akan berusaha untuk
lebih professional agar pekerjaan mereka tidak digantikan mobil tanpa awak ini.
Terdapat pula nilai positif lain yang bisa kita ambil seperti nilai-nilai
sosial.

            Mobil tanpa awak ini juga
mempedulikan bagaimana kebutuhan penumpangnya, seperti mengefisienkan waktu.
Kenapa bisa mengefisienkan waktu? Menurut Forbes, ketika kita berada di dalam
mobil yang bisa mengemudi sendirinya, kita bisa menggunakan waktu kita untuk
hal-hal yang lain seperti membaca atau mengerjakan sesuatu tanpa khawatir
tentang keamanan (cited in “Top 20 Pros,”). Tidak hanya itu saja, New York
Times menyarankan agar kebutuhan dari penumpang yang cacat juga bisa terpenuhi
dengan adanya mobil tanpa awak ini, dimana seseorang dengan kebutuhan khusus
tersebut ingin bepergian, dia tidak perlu khawatir tentang bagaimana cara
mengemudikannya dan juga tidak perlu cemas dengan repotnya dan padatnya
transportasi umum (New York Times, 2014)

Penutup

            Berdasarkan data dan fakta yang
telah dipaparkan sebelumnya, dapat ditarik kesimpulan bahwa teknologi mobil tak
berawak jika dipandang dari kacamata moral dan etika terdapat beberapa
kekurangan dan kelebihannya. Seperti yang telah dipaparkan diatas, kurangnya
nilai moral dan etika pada mobil tak berawak ini adalah akan terjadinya
pengangguran disana-sini akibat pekerjaan sebagai pengemudi digantikan oleh mobil
tak berawak serta akan banyak nantinya terjadi kasus pembajakan karena mobil
ini menggunakan software sebagai sistemnya. Tetapi, mobil ini juga bisa
meningkatkan nilai-nilai sosial di masyarakat.

x

Hi!
I'm Eleanor!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out