Hipertensi merupakan sebuah gejala yang ditandai dengan
peningkatan tekanan darah sistolik dan diastolik di atas  tekanan darah normal. Dengan catatan lain, Tekanan Darah Tinggi  merupakan
kondisi abnormal di mana tekanan darah pada dinding arteri (pembuluh darah
bersih) meningkat. Umumnya, berikut beberapa gejala yang dialami :      

 

                                                                                                                
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                       

•     
 Keluhan
yang sering, penderita mengeluh sakit atau tidak enak di tengkuk

•     
 Pusing
atau sakit kepala

•     
 Kesemutan
di tangan

•     
 Muntah-muntah biasanya hipertensi berat

•     
Stroke atau serangan jantung

 

Bagaimana tubuh menjaga kesimbangan tekanan darah? Melalui dua
pengaturan:

      1. Sistim saraf, yang mengontrol pembuluh
darah dan jantung

      2. Ginjal, yang mengontrol volume cairan
tubuh

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun 2013 menunjukkan
bahwa penderita Hipertensi yang berusia di atas 18 tahun mencapai 25,8 persen
dari jumlah keseluruhan penduduk Indonesia. Dari data tersebut diperoleh bahwa
kaum hawa lebih banyak 6 persen penderita hipertensi dibanding laki-laki.
Sedangkan yang terdiagnosis oleh tenaga kesehatan hanya mencapai sekitar 9,4
persen. Ini artinya masih banyak penderita Hipertensi yang tidak terjangkau dan
terdiagnosa oleh tenaga kesehatan dan tidak menjalani pengobatan sesuai anjuran
tenaga kesehatan. Hal tersebut menyebabkan Hipertensi sebagai salah satu
penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

Bagaimana kerja sistim saraf ?

·       
Mengatur
tekanan arteri dengan cepat melalui 
vasokonstriksi

·       
Mengatur
aktivitas pompa jantung dengan  tujuan,
redistribusi aliran darah ke organ-organ 
tubuh

·       
Mengatur
tekanan darah secara cepat atau   jangka
pendek

 

Tabel 
Klasifikasi  JNC JAMA 2003

KLASIFIKASI

SISTOLIK

DIASTOLIK

Normal

<  120 <  80 Normal tinggi prehipertensi 120-139 80 - 89 Hipertensi derajad 1 140 -159 90 -99 Hipertensi derajat 2  ?160 ?100     Resiko Mengidap Hipertensi Dari 90 persen kasus yang ada masih belum diketahui penyebab hipertensi. Seiring bertambahnya usia, kemungkinan Anda untuk menderita hipertensi juga akan meningkat. Berikut ini adalah faktor-faktor pemicu yang diduga dapat mempengaruhi peningkatan resiko hipertensi. Berusia di atas 65 tahunMengonsumsi banyak garamKelebihan berat badanMemiliki keluarga dengan hipertensiKurang makan buah dan sayuranJarang berolahragaMinum terlalu banyak kopi (atau minuman lain yang mengandung kafein)Terlalu banyak mengonsumsi minuman keras Bagi Anda yang ingin terbebas dari Hipertensi mulai disiplin meminimalisir hal-hal di atas. Pemeriksaan tekanan darah secara rutin juga bisa membantu diagnosis pada tahap awal. Diagnosis Hipertensi sedini mungkin akan meningkatkan kemungkinan untuk menurunkan tekanan darah ke taraf normal. Hal ini bisa dilakukan dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat tanpa perlu mengonsumsi obat. Pencegahan Hipertensi Adapun langkah yang dapat dilakukan yaitu : ·        Mengonsumsi makanan sehat Mengurangi konsumsi garam dan kafeinBerhenti merokokBerolahraga secara teraturMenurunkan berat badan, jika diperlukanMengurangi konsumsi minuman keras Mencegah darah tinggi lebih baik daripada mengobati. Karena itu, pencegahan sebaiknya dilakukan seawal mungkin. Bila didiabaikan untuk waktu yang lama, darah tinggi bisa memicu terjadinya komplikasi yang bahkan dapat mengancam jiwa pengidapnya.   Treatment Tahitian Noni Juice yang dapat diberikan yaitu :   Tahitian Noni Original : 6 x 60 ml ( sekali 3 jam sekali) Maxidoid : 4 x 60 ml ( pagi, siang, sore dan malam) Konsumsilah air putih hangat minimal 2 liter / hari.  Juice Noni mudah larut dalam air dan komunikasi antar sel di dalam tubuh dapat saling tercipta dengan baik.   Mekanisme kerja Tahitian Noni Morinda dalam mengatasi Hipertensi yaitu : a.  Menghambat enzim ACE dan enzim shimase (jalur alternatif membentuk angiotensin II )   Menghambat sistim R-A-A (Renin-Angiotensin-Aldosteron)   volume darah turun curah jantung turun         tahanan turun   tekanan darah turun b. Kandungan TNBB scopoletinà mengelastiskan pembuluh darah    c.   Menginduksi produksi Nitric Oxide sel-sel endotel à pembuluh darah elastis à vasodilatasi. Pencegahan  yang dilakukan kepada penderita Hipertensi yaitu : ·        Diet :rendah garam (kebutuhan garam orang  dewasa normal hanya 3 gr/hari) ·        Menghindari lemak jenuh ·        Menghindari makanan yang manis ·        Stop rokok & alcohol ·        Menghindari stress ·        Program penurunan Berat Badan ·        Olah raga sesuai kondisi fisik ·        Doa kepada Tuhan Yang Maha Esa       Untuk pemesanan Tahitian Noni Bandung silahkan hubungi: Agen Tahitian Noni Bandung Distributor Tahitian Noni Bandung Stockist Tahitian Noni Bandung Kantor Tahitian Noni Bandung Jual Tahitian Noni di Bandung